09 September 2017

Growth Chart WHO

CARA MENGGUNAKAN GRAFIK PERTUMBUHAN WHO

🚼Tentukan umur
🚼Tentukan panjang badan (di bawah 2 tahun) atau tinggi badan (di atas 2 tahun)
🚼Tentukan berat badan.

💠Tentukan angka yang berada pada garis horisontal / mendatar pada kurva.
Garis horisontal pada beberapa kurva pertumbuhan WHO menggambarkan umur dan panjang / tinggi badan
💠Tentukan angka yang berada pada garis vertikal/lurus pada kurva.
Garis vertikal pada kurva pertumbuhan WHO menggambarkan panjang/berat badan, umur, dan IMT.
💠Hubungkan angka pada garis horisontal dengan angka pada garis vertikal hingga mendapat titik temu (plotted point).
Titik temu ini merupakan gambaran perkembangan anak berdasarkan kurva pertumbuhan WHO.

09 Juni 2017

FASE ORAL PADA BAYI

Hula buibu😸 ketemu lagi dg #sharingmamakinan. Kali ini mau bahas tentang fase oral bayi yaa.

Banyak orang tua yg buru-buru menarik tangan anaknya saat ketahuan dimasukkan ke mulut. Kebanyakan mereka takut jika hal tersebut akan menjadi kebiasaan buruk dan akan terbawa hingga besar, atau dalam bahasa jawa sering disebut dengan “tuman” atau kebiasaan yang terus terbawa.

Tapi ternyata, fase oral ini penting untuk perkembangan anak lho. Disimak yuk 😉
.
⏳Berdasarkan Teori Perkembangan Psikoseksual menurut Sigmund Freud, Fase Oral adalah tahap pertama dari 5 tahapan penting lainnya.
⌛Fase oral dimulai ketika bayi baru lahir hingga berusia 1-2 tahun.
⏳Pada fase ini, sumber kesenangan anak berpusat pada aktivitas oral.
⌛Rangsangan paling banyak didapatkan melalui mulut, oleh karena itu mulut merupakan area erotis bagi bayi dan bayi mendapatkan kepuasan dengan cara menghisap (puting,dot, jari tangan dll).
⌛Sebenarnya refleks alami ini sudah ada sejak janin memasuki usia 4 bulan dalam rahim kemudian dilanjutkan pada saat bayi lahir dan menyusui. Pada saat menyusui, bayi berusaha memenuhi kebutuhan kepuasan oral dengan menghisap ASI dan kontak mulut dengan puting payudara ibu.
⏳Dengan adanya fase oral ini, organ di sekitar mulut, bibir, dan lidah akan semakin matang, sehingga anak secara bertahap dapat belajar menggigit,mengunyah, dan mengucap/berbicara.
⏳Menurut Anderson (1986), dg menghisap sesuatu (meskipun bukan makanan), bayi menjadi lebih tenang, mengurangi frekuensi menangis, dan pada bayi prematur akan lebih cepat naik berat badannya.

Tahukah Bunda?
Melarang bayi menghisap jari pada usia 0 hingga 18 bulan akan berisiko terhadap kematangan kepribadian anak jika dewasa kelak lho 😱 Apa saja dampaknya?

❎Dampak jangka pendeknya, jika fase oral si kecil terganggu, bukan tidak mungkin akan ada gangguan juga pada tumbuh kembangnya, seperti terlambat bicara.

❎Menurut Freud, beberapa dampak dari kurangnya kepuasan fase ini misalnya menjadi perokok, tidak dapat mengendalikan perkataan, tidak dapat menyaring informasi / mudah menyerap berita tanpa berpikir akibat apa yang akan dia hadapi, dll.

❎Dampak lain menurut hasil penelitian teori psikoseksual-psikoanalisa, jika  seseorang gagal (tidak puas) dalam fase oral saat bayi maka, kelak saat ia dewasa ia tumbuh menjadi pribadi yang tidak matang, bicaranya ketus, mudah memaki dan bertindak kasar, alkoholisme, menggigit kuku, berkepribadian menuntut.

Tak perlu khawatir karena fase ini akan berlalu dengan sendirinya. Jadi, jangan menghambat fase oral bayi ya. Yang perlu dilakukan adalah jaga dan kontrol anak agar bisa melalui fase ini dengan baik. Bagaimana caranya?

💕Pastikan tangan anak bersih dan kukunya tidak panjang. Perhatikan juga mainan/benda yang sedang ia gigit.

💕Siapkan teether bersih. Kalau melihat si kecil sedang menggigiti benda yang kotor atau tidak semestinya, pelan-pelan gantilah dengan teether yang sudah disiapkan. Ingat! Pilih teether yg BPA free ya.

💕Tetap awasi anak ketika sedang mengemut jari/menggigit teethernya agar tetap aman.

💕Jika dirasa fase ini mulai mengganggu kegiatan makan/minumnya, perlahan alihkan perhatiannya dan kontrol agar anak tidak berlebihan dalam melalui fase ini.

02 Juni 2017

PUASA BAGI IBU MENYUSUI

Puasa Ramadhan hukumnya tetap wajib bagi ibu hamil dan menyusui. NAMUN, Islam memberikan kelonggaran bagi ibu hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa, dan menggantinya dengan berpuasa di lain waktu atau membayar fidyah.

Banyak ibu menyusui yang khawatir dengan produksi ASInya saat puasa. Sebenarnya, banyak penelitian yg membuktikan bahwa berpuasa tidak secara signifikan mempengaruhi produksi ASI.

Puasa mungkin memang sedikit berpengaruh pada kuantitas ASI, namun puasa tidak berpengaruh pada kualitas (komposisi/gizi) ASI sampai batas tertentu.

Penelitian Rakicioğlu et.al.(2006) mengatakan bahwa puasa ramadhan pada ibu menyusui ternyata tidak berpengaruh pada pertumbuhan bayi dan kandungan MAKROnutrien ASI, seperti kandungan Protein, Karbohidrat dan Lemak. Namun, beberapa MIKROnutrien dalam ASI seperti Seng, Magnesium dan, Kalium memang menurun. Mikronutrien ini dibutuhkan dalam jumlah kecil oleh tubuh bayi, sehingga agar tidak menurun drastis selama puasa pastikan busui asupannya tetap cukup dan bergizi.

Meski demikian, terdapat risiko jika ibu tidak minum sepanjang hari, yaitu ibu bisa mengalami dehidrasi, dan jika dehidrasinya cukup parah bisa mempengaruhi produksi ASI. Sehingga, kebutuhan cairan juga harus tetap tercukupi selama berpuasa.

Zimmerman et. al. (2009) menguji susu wanita Israel yg berpuasa 24 jam dan menemukan sejumlah perubahan biokimia dalam ASI.

Oleh sebab itu, ibu yang masih memberikan ASI eksklusif pada bayinya (0-6 bulan) sebaiknya menunda puasanya.
Dan ibu yang menyusui bayi di atas 6 bulan (bayi sudah mendapat MP-ASI), boleh berpuasa jika dirasa mampu, karena bayi sudah bisa mendapatkan asupan lain selain dari ASI.

Namun jika ibu menyusui masih mengkhawatirkan kesehatan dirinya / bayinya, tak berpuasa pun tak mengapa.
Selain memang diberikan kemudahan dalam beragama dan menjalankan ibadah, menyusui juga termasuk ibadah yg mulia.

🚼 TIPS PUASA BAGI IBU MENYUSUI 🚼

󾠮. Bagi busui yang memiliki diabetes atau hipoglikemia atau penyakit lainnya, sebaiknya pastikan konsultasi dgn dokter sblm puasa.

󾠯. Busui tetap makan 3 kali sehari dan secara disiplin mengkonsumsi makanan dengan gizi berimbang, yaitu dengan komposisi 50% karbohidrat, 30% protein dan 10-20% lemak. Makan saat sahur, berbuka, dan sebelum tidur.

󾠰. Tetap cukupi kebutuhan cairan. Minum air putih 2-3 liter selama waktu berbuka hingga sahur.

󾠱. Berbuka dengan minum minuman hangat, akan merangsang kelancaran ASI bagi ibu menyusui.

󾠲. Istirahat yang cukup. Merasa lemas saat berpuasa itu hal yang lumrah, apalagi jika si ibu baru saja menyusui. Cobalah untuk beristirahatlah sejenak, apakah dengan cara tidur atau sekadar relaks menenangkan pikiran.

󾠳. Untuk ibu bekerja, yang terbiasa pumping, dianjurkan tetap melakukan kegiatan memerah ASI. Kembali berpegang pada prinsip demand and supply, semakin banyak ASI dikeluarkan maka semakin banyak ASI yang akan diproduksi. .

Jika muncul tanda-tanda ini, jangan paksakan untuk terus berpuasa:
.
👶 Muncul tanda dehidrasi: pusing, sangat haus, urin gelap, sakit kepala, lelah, mulut, bibir, dan mata kering.
.
👶 Berat Bunda turun lebih dari 0,5 - 1 kg per minggu.
.
👶 Si kecil menunjukkan tanda tidak cukup ASI: Berat badan tidak bertambah, BAK lebih sedikit, terlihat tidak tenang.

Sumber: @aimi_asi @id_ayahasi @ibupedia_id

23 November 2016

Resep Fire Chicken with Cheese Sauce ala Richeese Factory

Menu makan malam hari ini. Sesekali menu western 😂 daripada ke outlet fastfood mending bikin sendiri lah ya. Kapan hari udah dapet tips trick bikin ayam kriuk (muirip bikinan KFC) hasil dari demo masak.

Mau dibikin setara level 5, tapi mas suami g doyan pedes 😂 Untung aja nggak protes tak masakin macem ginian, dan tetep makan dengan lahap meskipun gobyos 😚

Step by step "Fire Chicken with Cream Cheese Sauce" ala ala Richeese Factory 😆

Bahan2:
🐓Ayam Kriuk:
500 gr ayam
3 siung bawang putih (haluskan)
1 sdt ketumbar bubuk
1 sdt merica bubuk
1 sdt garam
1 sdt kaldu bubuk
1 butir PUTIH telur
1/2 sdt soda kue + 250 cc air putih (campurkan)
Adonan Tepung Kering: 500 gr tepung terigu+1 sdt garam+1 sdt kaldu bubuk (aduk rata)

🍶Saus Keju:
100 cc susu cair (me: ultramilk UHT full cream)
45 mg keju oles/spreadable cheese *atau boleh pake keju cheddar parut (me: prochiz)
2 sdm tepung maizena
1 kuning telur
100 cc air putih
1 sachet bubuk keju (me: indofood) *bisa dibeli di minimarket terdekat

🍶Saus Pedas:
2 siung bawang putih (haluskan)
1 sdm saus tiram (me: saori)
Saus tomat
Saus cabe
100 cc air + 1sdt tepung maizena (aduk rata)
Cabe bubuk (me: bon cabe lv 15)

Cara Membuat:
1. Ayam Kriuk:
- Potong2 ayam mjd 4 bagian / sesuai selera, cuci bersih. Lumuri ayam dengan bawang putih, ketumbar, merica, garam, dan kaldu bubuk hingga merata. Diamkan kurleb 15-30 menit agar bumbu meresap.
- Celupkan ayam ke dalam putih telur, kemudian gulingkan di adonan tepung kering hingga merata. Setelah itu celupkan ke larutan soda kue, dan guling2kan lagi di adonan tepung kering hingga merata.
- Panaskan minyak dalam wajan yang bersih, jumlah minyak sebaiknya cukup untuk merendam ayam yang akan digoreng. 
- Goreng ayam dengan api sedang hingga matang dan kecoklatan. Angkat, tiriskan.
2. Saus Keju:
- Panaskan susu dengan teflon/wajan menggunakan api kecil, masukkan keju, aduk2 hingga meleleh dan mendidih.
- Campurkan tepung maizena, kuning telur, dan air pada mangkok (aduk hingga rata) kemudian tuangkan pada wajan sambil terus diaduk agar tidak menggumpal.
- Tuangkan bubuk keju, aduk merata, angkat.
3. Saus Pedas:
- Tumis bawang putih, tuangkan saus tiram, saus tomat, dan saus sambal. Aduk rata, tuang larutan maizena. Masukkan bubuk cabe (banyaknya sesuai selera)
- Lumuri ayam kriuk dengan saus pedas hingga merata.
4. Fire Chicken siap disajikan dengan Cheese Sauce. Yahuuud 🍴
.
.
#dinnermenu #firechicken #spicychicken #cheesesauce #olahanayam #resepayam

16 November 2016

Resep Kepiting Saus Padang

Bahan2:
500 gram kepiting telur/jantan (bisa juga rajungan)
1,5 liter air untuk merebus
1/2 siung bawang bombay
2 sdm saus tiram (me: saori)
4 sdm saus tomat
2 sdm saus sambal
1sdt merica bubuk
1/2 sdt garam
1 sdt gula
1/2 sdt kaldu ayam bubuk
1 batang daun bawang (iris serong tipis)
3 lembar daun salam
4 lembar daun jeruk
250 ml air / kaldu seafood (air rebusan kepiting)
5 sdm minyak goreng/margarin untuk menumis
1 butir telur (kocok)

Bumbu Halus:
5 siung bawang merah
3 siung bawang putih
3-5 buah cabai rawit merah (tumis hingga layu)
5-10 buah cabai keriting (cabe merah)
2 cm jahe
1 ruas kunyit (dibakar)
3 buah kemiri (sangrai)

Cara Memasak:
1. Bersihkan kepiting. Siapkan panci lalu rebus kepiting sampai matang dan berubah warna menjadi oranye. Angkat. belah sesuai selera.
2. Siapkan wajan, panaskan minyak lalu tumis bumbu halus bersama bawang bombay, daun salam, daun jeruk hingga wangi sedap. Masukkan gula, garam, merica, kaldu bubuk dan saus. Tuangkan air kaldu seafood, aduk hingga rata.
3. Masukkan telur kocok sedikit demi sedikit sambil terus diaduk.
4. Masukkan kepiting dan daun bawang.Kemudian masak hingga bumbu meresap dan kuah mengental.
5. Koreksi rasa, angkat, dan sajikan.

31 Oktober 2016

Resep Klepon Simpel dan Enak

BOLA-BOLA KETAN alias KLEPON

Cara bikinnya gampang banget
*dalam pembuatannya, sebenernya bisa pake daun pandan untuk mendapatkan wangi pandan dan warna hijaunya, tapi berhubung di sekitar rumah nggak ada tanaman daun pandan dan males cari2 di pasar, akhirnya aku cuma pake pasta pandan. Pastinya dengan begitu jadi lebih simpel dan nggak pake ribet 😁
*selain itu, bisa pake tambahan air kapur sirih (kurleb 2sdm) di campuran adonannya, tujuannya sih buat mengikat tepung jadi kleponnya bisa kesat, padat, dan nggak lembek. Tapi lagi2 aku skip bahan ini karena nggak ada persediaan air kapur sirih 😅 pengaruh nggak? nggak begitu pengaruh juga sih. Tanpa air kapur pun jadinya tetep kenyal dan enak meskipun emang hasilnya agak lembek dikit, tapi tetep enak✌

So, ini dia resep KLEPON simpel ala @irmaafitriana

Bahan-bahan
- Bahan adonan
250 gram tepung ketan putih (me: rosebrand)
50 gram tepung beras (boleh diskip)
1 sdt garam
1 sdt pasta pandan
225-250 ml air santan hangat / air hangat biasa
- Bahan isi
100 gram gula merah/gula bathok (disisir halus)
Gula pasir secukupnya
-Bahan topping
1/2 butir kelapa, kupas bersih, parut memanjang
1/2 sdt garam
-Bahan tambahan
Air putih 2/3 panci untuk merebus

Cara Membuat:
1. Siapkan topping terlebih dahulu. Campurkan garam dengan kelapa yang sudah dikupas, dibersihkan, dan diparut. Kemudian kukus kurleb 10 menit. Tujuannya agar kelapa tidak mudah basi. Setelah itu angkat dan diamkan.
2. Campurkan tepung ketan, tepung beras, dan garam, aduk rata. Tuangkan pasta pandan. Masukkan air santan/air hangat sedikit demi sedikit sambil adonan diaduk dan diuleni terus hingga adonan menjadi kalis dan pas untuk dipulung.
Sebelum membentuk adonan, siapkan panci dan air yg akan digunakan untuk merebus, nyalakan api, sehingga adonan bisa dibentuk sambil
3. Ambil sekitar 1-2 sdt adonan, yg akan dibentuk bulatan sekitar 2 cm.
4. Bulatkan adonan di atas telapak tangan, tekan bagian tengahnya, lalu masukkan sejumput gula merah dan sejumput gula pasir di bagian tengah. Tutup kembali dan bulatkan hingga permukaannya halus.
5. Lakukan hingga adonan habis
6. Masukkan semua bulatan klepon ke dalam air mendidih. Tunggu hingga matang, yg ditandai dengan klepon yg mengapung.
7. Setelah klepon mengapung, tunggu beberapa saat, agar gula yg didalamnya benar2 mencair. Kemudian angkat dan tiriskan sebentar (Jangan ditiriskan terlalu lama karena klepon akan lengket dan bentuknya tidak membulat)
8. Langsung gulingkan satu per satu klepon di atas parutan kepala hingga tertutup sempurna. Tata di atas piring. Siap disajikan.

31 Maret 2015

Leaflet dan SAP Perkembangan Psikologi Remaja

Klik Link di Bawah ini untuk download
SAP Perkembangan Psikologi Remaja
Leaflet Perkembangan Psikologi Remaja



Contoh Analisa Experimental Learning Theory dalam Kesehatan



Penjabaran Kasus Peralihan Metode Kontrasepsi Suntik ke Metode Intra Uterine Device (IUD) dengan Analisa Experimental Learning Theory



Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Ilmu Perilaku
Dosen : Siti Pariani, dr., MS., M.Sc., Ph.D.






 

Disusun Oleh :

1.      Fitriani Puspayanti                      011311223013
2.      Irma Sari Fitriana                        011311223014
3.      Dewi Angga Purnamasari           011311223015
4.      Angkit Ayu Primarela                 011311223016
5.      Bunga Marlina                            011311223017
6.      Gebby Putri Mayangsari             011311223018



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIDAN
FAKULTAS  KEDOKTERAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2013


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas berkat limpahan rahmat serta hidayahnya-lah kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Penjabaran Kasus Peralihan Metode Kontrasepsi Suntik ke Metode Intra Uterine Device (IUD) dengan Analisa Experimental Learning Theory” ini dengan tepat waktu.
Selain bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Perilaku, makalah ini juga disusun dengan maksud agar pembaca dapat memperluas ilmu dan pengetahuan tentang bagaimana pembentukan dan perubahan perilaku khususnya tentang experimental learning theory serta bagaimana aplikasinya terhadap perilaku kesehatan pada kasus peralihan metode kontrasepsi suntik ke IUD.
Kami juga mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Ibu Siti Pariani, dr., MS., M.Sc., Ph.D selaku dosen / tim pengajar mata kuliah ilmu perilaku yang telah membimbing kami. Tak lupa pula ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini.
Kritik dan saran yang membangun selalu kami harapkan demi penyempurnaan makalah selanjutnya. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca dan dapat bermanfaat bagi kita semua.


Surabaya , Desember 2013
Tim Penulis



DAFTAR ISI


Halaman :

Kata pengantar...................................................................................................... i
Daftar isi................................................................................................................ ii


BAB 1 PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang ................................................................................... 1
1.2  Rumusan Masalah .............................................................................. 2
1.3  Tujuan Penulisan................................................................................. 2
1.4  Manfaat Penulisan............................................................................... 3

BAB 2 TINJAUAN TEORI
2.1  Batasan Perilaku.................................................................................. 4
2.2    Perilaku Kesehatan............................................................................. 5
2.3    Perubahan Perilaku Sehat................................................................... 6
2.4    Proses Terjadinya Perubahan Perilaku................................................ 7
2.5    Teori Perubahan Perilaku – Experimental Learning Theory............... 8
2.5.1        Definisi Experimental Learning Theory................................. 8
2.5.2        Konsep Model Experimental Learning................................... 8
2.5.3        Tahapan Experimental Learning Theory................................. 9

BAB 3 PEMBAHASAN
            3.1  Contoh Kasus..................................................................................... 12
            3.2  Analisa Kasus..................................................................................... 13

BAB 4 PENUTUP
4.1 Kesimpulan.......................................................................................... 15
4.2 Saran.................................................................................................... 15

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... 17



BAB 1
PENDAHULUAN

1.1         Latar Belakang
Perilaku merupakan respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus (rangsangan dari luar). Adapun perilaku kesehatan adalah suatu respon seseorang atau organisme terhadap stimulus atau objek yang berkaitan dengan sakit atau penyakit, sistem pelayanan kesehatan, makanan, dan minuman serta lingkungan. Untuk menghasilkan pembentukan dan perubahan perilaku ke arah positif maka diperlukan sebuah proses belajar yang merupakan istilah kunci paling vital. Sebagai suatu proses, belajar hampir selalu mendapat tempat yang luas dalam berbagai dispilin ilmu. Disitulah letak pentingnya manusia sebagai makhluk yang berpikir untuk terus belajar, baik itu belajar secara kelembagaan formal maupun belajar dari pengalaman yang pernah dan akan dialami.
   Tujuan dari belajar bukan semata-mata berorientasi pada penguasaan materi dengan menghapal fakta-fakta yang tersaji dalam bentuk informasi atau pelajaran. Lebih jauh daripada itu, orientasi sesungguhnya dari proses belajar adalah memberikan pengalaman untuk jangka panjang yang dapat berguna bagi masyarakat itu sendiri dalam menentukan perilaku yang akan mereka lakukan. Proses pembelajaran berlangsung secara alamiah melalui pegalaman-pengalaman konkret yang nantinya akan dianalasis hingga menjadi sebuah perubahan perilaku.
   Dalam meningkatkan kepedulian sangat penting agar individu mampu bersikap secara efektif dan dapat diterima dengan baik di lingkungan sosialnya. Dalam teknik penerapan tersebut, hendaknya mengandung unsur-unsur yang terdiri dari unsur-unsur afektif (feeling), kognitif (thinking), dan konasi (doing). Unsur-unsur tersebut akan membentuk pemahaman yang integral dalam diri pribadi seseorang dalam berperilaku. Terdapat berbagai teori yang menjabarkan tentang perubahan perilaku. Salah satu teori yang menjelaskan proses perubahan perilaku yaitu experimental learning theory.
   Dalam model ini terdapat proses transfer of learning yaitu keterampilan individu mengontrol pengetahuan yang diperoleh untuk diaplikasikan dalam masalah baru. Menurut Gagne (1974) individu yang memiliki keterampilan ini, dikatakan memiliki strategi kognitif, yaitu kemampuan internal seseorang yang terorganisasi yang dapat membantu dalam proses belajar, proses berpikir, memecahkan masalah dan mengambil keputusan. Proses dengan menggunakan strategi kognitif merupakan proses reflection in action, yang didasarkan pada teori experimental learning (Pannen, 1996).

1.2         Rumusan Masalah
   Berdasarkan latar belakang yang telah disebutkan di atas, maka rumusan masalah dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.    Apa yang dimaksud dengan perilaku?
2.    Apa yang dimaksud dengan perilaku kesehatan?
3.    Apa saja batasan perilaku kesehatan?
4.    Apa yang dimaksud dengan experimental learning theory?
5.    Bagaimana mengaplikasikan experimental learning theory ke dalam sebuah contoh kasus?

1.3         Tujuan Penulisan
1.3.1   Tujuan Umum
Adapun tujuan umum dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah ilmu perilaku dan sebagai upaya dalam mengembangkan pola pikir ilmiah untuk memecahkan masalah perilaku masyarakat khususnya dalam bidang kesehatan.
1.3.2   Tujuan Khusus
Dalam penulisan makalah ini, terdapat beberapa tujuan khusus yaitu :
1.    Mengetahui arti dari perilaku
2.    Mengetahui arti dari perilaku kesehatan
3.    Mengetahui batasan perilaku kesehatan
4.    Mengetahui arti dari experimental learning theory
5.    Dapat mengaplikasikan experimental learning theory ke dalam sebuah contoh kasus


1.4         Manfaat Penulisan
1.4.1   Bagi Institusi Pendidikan
Sebagai masukan dalam memperkaya bahan materi mengenai teori perubahan ilmu perilaku khususnya experimental learning theory.
1.4.2   Bagi Penulis
Untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan serta keterampilan dalam menerapkan teori ilmu perubahan perilaku khususnya experimental learing theory sehingga dapat menghasilkan sebuah perubahan perilaku pada masyarakat dalam bidang kesehatan ke arah yang lebih positif.



Leaflet Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Pencegahannya

Klik link di bawah ini untuk download:
Leaflet Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Pencegahannya by Irma Sari Fitriana




Leaflet Kolesterol

Download Link di Bawah ini untuk Download
LEAFLET KOLESTEROL by Irma Sari Fitriana




Leaflet Diabetes Mellitus

Klik Link di bawah ini untuk download:
Leaflet Diabetes Mellitus by Irma Sari Fitriana




Leaflet Asam Urat

Klik link di bawah ini untuk download:
Leaflet Asam Urat by Irma Sari Fitriana




Leaflet HIV/AIDS

Klik link di bawah ini untuk download
Leaflet HIV/AIDS by Irma Sari Fitriana






Leaflet Keluarga Berencana (KB)

Klik link di bawah ini untuk download
Leaflet Keluarga Berencana (KB) by irma sari fitriana




Leaflet Kegemukan Pada Anak

Klik Link di bawah ini untuk download
leaflet kegemukan pada anak by Irma Sari Fitriana